Kamis, 24 Oktober 2019

                            Source:HealthDiseases.Org                                         

THIS FIND OUT MORE ABOUT LEUKOPENIA

Apa itu leukopenia? Apa saja jenis-jenis leukopenia? Bagaimana gejala leukopenia? Apa saja penyebab seseorang mengalami leukopenia? Seberapa besar bahaya leukopenia bagi manusia? Dan bagaimana cara pengobatan penyakit leukopenia?Bagaimana cara pemeriksaan untuk mengetahui seseorang terkena penyakit leukopenia?

Mari kita bahas satu persatu secara rinci disini, simak informasi berikut ini.

APA LEUKOPENIA ITU ?

Leukopenia adalah kekurangan sel darah putih karena sumsum tulang yang membuat sel darah tidak diproduksi dan berkembang dengan normal. Normalnya, sel darah putih di dalam tubuh menghasilkan 3.500 - 10.500 sel darah putih.Fungsi sel darah putih sendiri yaitu sebagai antibodi atau kekebalan tubuh yang dapat melawan berbagai penyakit infeksi. Maka dari itu,orang yang terkena penyakit leukopenia akan rentan terkena infeksi penyakit apapun jenis penyakitnya.

JENIS-JENIS LEUKOPENIA:
Sel darah putih terdiri dari beberapa jenis, yakni:
1.Neutrofil, berfungsi melawan infeksi jamur dan bakteri.
2.Limfosit, berfungsi membuat antibodi, membunuh sel-sel yang terinfeksi virus atau kanker.
3.Basofil, berfungsi melawan alergi dan melepaskan zat kimia penyebab peradangan.
4.Monosit, berfungsi membunuh pathogen yang terdapat di dalam sel T.
5.Eosinofil, berfungsi melawan infeksi parasite.

Jika salah satu jenis sel darah putih tersebut mengalami penurunan produksi, maka terjadilah leukopenia yang mana leukopenia ini terbagi lagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan jenis sel darah putih yang bermasalah.
GEJALA LEUKOPENIA:
Leukopenia berbeda dengan penyakit Leukimia, gejala yang paling menonjol dari leukopenia adalah :

• Orang yang terkena leukopenia setelah melakukan tes lab, kemudian hasilnya positif yaitu kurangnya sel darah putih, ini dapat disebut positif apabila jumlah sel darah putih kurang dari 4.000.
Sedangkan penyakit leukimia sendiri yaitu jumlah sel darah putih meningkat drastis lebih dari 11.000 sel darah putih.

Selain itu berikut gejala yang dialami orang terkena penyakit leukopenia :
• Demam tinggi >5°F (38°C)
• Meriang
• Berkeringat
• Badan terasa pegal
• Sakit kepala
• Diare
• Feses yang berdarah
• Mual-mual disertai muntah
• Ruam pada kulit
• Koreng di tubuh
• Menstruasi yang berkepanjangan ( pada wanita).
• Kantuk

GEJALA KLINIS:
a. Indikator yang paling umum dari leukopenia adalah neutropenia ( pengurangan jumlah neutrofil dalam leukosit).Jumlah leukosit juga dapat menjadi indikator yang paling umum dari resiko infeksi. Jika leukopenia ringan, ia tidak akan menunjukan gejala apapun, hanya dalam kasus gejala yang berat mulai muncul.

b. Jika leukopenia telah masuk ke tahap berat,gejala klinis yang bisa muncul, yaitu :
• Anemia,yaitu penurunan jumlah sel darah merah dan hemoglobin.
• Menorrhaggia, yaitu pendarahaan yang berat dan berkepanjangan saat periode menstruasi.
• Metrorrhaggia, yaitu pendaharaan dari rahim yang bukan karena menstruasi hal ini merupakan indikasi dari beberapa infeksi.
• Neurasthenia, yaitu kondisi yang ditandai oleh kelelahan, sakit kepala, dan mengganggu keseimbangan emosional.
• Trombositopenia, yaitu penurunan jumlah trombosit yang abnormal dalam darah.
• Pneumonia, yaitu peradangan yang terjadi di paru-paru karena kongesti virus atau bakteri.
• Abses hati, yaitu jenis infeksi bakteri yang terdapat dalam hati.Hal ini relative jarang terjadi tetapi fatal akibatnya jika terjadi.
• Stomatitis, yaitu peradangan pada lapisan mukosa struktur di dalam seperti mulut, gusi, lidah, bibir, pipi, dan lain-lain.
• Sakit kepala,kelelahan, dan demam adalah gejala yang sering terjadi. Selain itu, pasien mengalami hot flashes, rentan terkena berbagai infeksi, ulkus oral dan mudah marah.

Pasien ini tidak akan menunjukan gejala kecuali sampai terjadi infeksi, yang biasanya timbul apabila granulosit lebih rendah dari 1000/mm³. Demam dan nyeri tenggorok dengan ulserasi merupakan keluhan yang tersering. Dapat terjadi bakterimia.

Maka dari itu, apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter guna dilakukan pemeriksaan. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah Anda, utamanya leukosit, untuk kemudian dianalisis apakah hal ini berkaitan dengan penyakit leukopenia atau tidak.

Sayangnya, penyakit leukopenia terkadang tidak menimbulkan gejala apapun, dalam artian tubuh penderitanya terlihat sehat-sehat saja. Rutin melakukan medical check-up menjadi solusi tepat agar Anda selalu tahu kondisi tubuh.

PENYEBAB LEUKOPENIA:

1. Penyakit genetik seperti cyclic neutropenia, kostmann syndrome, dan barth syndrome. Biasanya, mereka yang memiliki sindrom atau kelainan ini mengalami leukopenia sejak kecil.
2. Anemia aplastik, yaitu kondisi ketika sumsum tulang kurang atau gagal memproduksi semua jenis sel darah. Pada kondisi ini, yang menurun jumlahnya bukan hanya sel darah putih, tapi juga sel darah merah dan trombosit.
3. Penyakit autoimun seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang lebih dikenal dengan lupus, sindrom sjogren, reumatoid artritis, dan sebagainya. Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan (antibodi) berbalik menyerang dan merusak tubuh itu sendiri, termasuk sel darah putih sehingga jumlah sel darah putih menurun.
4. Keganasan (kanker). Salah satu komplikasi dari kanker adalah penyebaran ke sumsum tulang (metastasis). Bila hal ini terjadi, produksi sel darah di sumsum tulang pun akan terganggu dan terdesak oleh sel kanker. Akibatnya, jumlah sel darah putih dapat berkurang.
5. Radiasi dan beberapa jenis obat-obatan. Beberapa jenis radiasi ion dapat menyerang sumsum tulang sehingga sel darah putih berkurang. Selain itu, obat-obatan seperti amminopirin, sulfodiazin, dan steroid dapat menyebabkan gangguan sumsum tulang, sehingga mengganggu produksi sel darah.
6. Pengobatan kanker : kemoterapi, seperti kemoterapi yang menurunkan berpengaruh terhadap turunnya kuantitas sel darah putih.
7. Penyebaran atau metastasis kanker. Sel kanker bisa menyebar ke organ atau jaringan tubuh lain, termasuk ke sumsum tulang dan memengaruhi fungsinya. Akibatnya, sumsum tulang kesulitan untuk menghasilkan sel darah yang dibutuhkan tubuh.
8. Ada gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan sel darah atau sumsum tulang, contohnya anemia aplastik, hipersplenisme atau limpa yang terlalu aktif, Myelodysplastic Syndrome (MDS), myeloproliferative syndrome, dan myelofibrosis.
9. Pengobatan tertentu, seperti antibiotik yang merusak sel darah putih, kemoterapi, penicillin, atau kortikosteroid.
10. Infeksi, misalnya pada sepsis, HIV/AIDS dan tuberkulosis.
11. Malnutrisi kekurangan vitamin dan zat lainnya pada tubuh berisiko membuat Anda menderita penyakit leukopenia. Oleh sebab itu, penuhi kebutuhan tubuh akan vitamin dan nutrisi, seperti: vitamin B12,zinc, asam folat dan tembaga.
12. Sarkoidosis adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh respons berlebihan dari sistem imun yang ditandai oleh terbentuknya granuloma atau radang di dalam sumsum tulang belakang. Penyakit ini juga jadi salah satu penyebab leukopenia.
13. Hipersensitivitasa atau alergi terhadap beberapa obat yang umum digunakan seperti antibiotik (minocycline) atau diuretik.
14. Pembesaran limpa (splenomegali).

PEMEKRISAAN DIAGNOSTIK :

a. Pemeriksaan labolatorium
• Dilakukan pemeriksaan sel darah lengkap (CBC), termasuk manualdiferensial dalam kasus mengevaluasi leukopenia. Hati- hati terhadap evaluasi noda darah perifer yang memberikan informasi tentang sel darah merah (RBC) dan morfologi trombosit.
• Pemeriksaan smear sumsum tulang dan biopsi sampel dengan tekniksitometri arus.
• Pemeriksaan microbiologic cultur darah, luka, dan cairan tubuh dapat dilihat pada pasien demam.
• Pengujian antibodi antineutrophil harus dilakukan pada pasien dengan riwayat autoimun sugestif dari neutropenia dan pada mereka yang tidak jelas penyebab leukopenia.
• Dalam bawaan neutropenia dan neutropenia siklik, analisis genetic harusdilakukan untuk mengklasifikasikan kondisi benar.

b. Imaging Studies
• Tidak ada pencitraan yang spesifik untuk menetapkan diagnosis leukopenia.Sebagai bagian dari pemeriksaan untuk lokalisasi infeksi, sesuai radiografi(misalnya, gambar dada) ditandai.
• Studi pencitraan lain ditentukan oleh keadaan-keadaan khusus dari setiap kasus.
c. Temuan histologi
• Pada smear darah tepi menunjukkan penurunan yang ditandai atau tidak adanya neutrofil.
• Pada sumsum tulang mungkin menunjukkan myeloid hypoplasia atau tidak adanya myeloid prekursor.
• Dalam banyak kasus,sumsum tulang selular dengan pematangan promyelocyte di sumsung tulang belakang.
• Pada kesempatan ini,mungkin hypercellular sumsum.

CARA PENGOBATAN:
Pengobatan bergantung pada penyebabnya. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi pemicunya. Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan yaitu:
1.Obat-obatan
Tubuh dapat menghasilkan sel darah putih dan mengurangi penyebab yang mengganggu dengan menggunakan bantuan obat.
Resep steroid dan suplemen vitamin bertujuan untuk mengaktifkan sumsum tulang sehingga dapat menghasilkan sel-sel darah putih yang baru. Obat yang mengandung faktor pertumbuhan dan sitokin membantu dalam meningkatkan produksi sel darah putih.
2.Menghentikan pengobatan yang memicu leukopenia misalnya kemoterapi harus dihentikan agar tubuh dapat membuat sel darah putih secara alami karena sel darah putih ini dibutuhkan oleh tubuh tetapi waktu yang diperlukan untuk menghasilkan tergantung pada tiap individu.Tetapi jika orang yang sudah terkena kanker orang tersebut harus melakukan kemoterapi dengan catatan harus memasukan obat steroid yang menekan kerja sistem kekebalan tubuh.
3.Faktor pertumbuhan
Apabila penyebab dari leukopenia adalah faktor genetik, anda dapat menggunakan obat faktor pertumbuhan yang akan memproduksi sel darah putih.
4.Diet
Diet tertentu dapat digunakan untuk mengurangi peluang terkena infeksi. Diet digunakan pada orang dengan pertahanan tubuh yang rendah, dikelan sebagai diet rendah bakteri atau diet neutropenia.

Adapula beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
1. Mengonsumsi makanan yang sehat,
2. Istirahat yang cukup,
3. Waspada terhadap infeksi.

TERNYATA HASIL PERKAWINAN INSES DAPAT MENGHASILKAN ANAK YANG BERPENYAKIN LEUKOPENIA :
Inses, alias perkawinan sedarah, adalah sistem perkawinan antara dua orang yang “sedarah”, alias masih dalam satu garis keluarga. Bagi banyak orang, membayangkan berhubungan seks dengan kakak atau adik kandung, atau dengan orangtua dan anak sendiri, adalah mimpi buruk yang sangat mengerikan.

Inses adalah hal yang terlarang di hampir setiap kebudayaan manusia, dan ini bukannya tanpa alasan. Keturunan dari perkawinan sedarah sangat berisiko tinggi. Salah satunya adalah, berpotensi melahirkan keturunan yang akan lahir dengan penyakit genetik langka.

Anak hasil inses, akan memiliki kode genetik DNA yang tidak variatif karena mewarisi rantai DNA turunan dari ayah dan ibunya yang sangat mirip. Kurangnya variasi dalam DNA, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda tidak dapat melawan penyakit dengan baik.

Salah satu penelitian menyebutkan, 40% anak hasil hubungan sedarah yang memiliki pertalian darah dekat akan membuat anak lahir dengan cacat fisik, hingga defisit intelektualitas yang parah.

Maka dari itu risiko terkena penyakit leukopenia dapat terjadi karena hasil anak pernikahan.

BAHAYA LEUKOPENIA BAGI TUBUH,SEBERAPA BESAR KAH?
Tentu saja sangat besar. Ibarat komputer, jika mudah terserang ‘virus’, maka komputer tersebut tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Malah, bisa saja komputer tersebut tidak dapat digunakan sama sekali.

Begitu juga dengan tubuh kita. Di luar sana, banyak sekali virus, bakteri, dan organisme lainnya yang memiliki tingkat infeksi berbeda-beda. Ada yang kecil, sedang, bahkan mematikan. Jika sudah begitu, maka hindari tubuh Anda dari yang namanya penyakit leukopenia ini, ya! Semoga bermanfaat.

KESIMPULAN:
Leukopenia adalah dimana jumlah sel darah putih lebih rendah dari normal.Kondisi klinis yang dikenal dengan leukopenia terjadi bila sumsum tulang memproduksi sangat sedikit sel darah putih, sehingga tubuh tidak terlindung terhadap banyak bakteri danagen lain yang mungkin masuk menginvasi jaringan. Akibatnya timbulah ulkus pada organ-organ yang terinvasi.Ketika memasuki masa akut dan tidak segera diobati, leucopenia akan mengakibatkan kematian Tetapi asalkan tersedia waktu yang cukup.Tranfusi dengan cepat diberikan beserta terapi antibiotik, infeksi dapat ditanggulangi.

Anggota kelompok:
1.Cindi Dwi Anjani 7
2.Givaldhi Indriana Saputra 15
3.Levani Maharani 19





Tidak ada komentar:

Posting Komentar