Penyakit kanker menjadi
penyakit paling menakutkan. Apalagi, jika kanker menyerang di usia anak di mana
masa depan mereka masih panjang.
Dokter Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah
Onkologi, dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk menjelaskan kanker tertinggi ketujuh
adalah leukemia atau kanker darah. Dari total penderita leukemia, 60-70 persen
adalah anak-anak. “Anak-anak, paling besar leukemia. Kalau diurutkan maka,
leukemia peringkat ketujuh. Tapi di dalamnya tak hanya anak-anak, termasuk
dewasa juga. Hanya saja anak mendominasi,” papar Sonar.
Sonar menambahkan,
selain leukemia, sejumlah kanker yang sering dialami usia anak dan remaja di
antaranya kanker jaringan lunak dan kanker mata. Perbandingannya, jika ada 1
orang dewasa terkena penyakit kanker darah, maka pada anak bisa sampai 7 orang.
Oleh karena itu, dihimbau kepada orang tua untuk senantiasa memperhatikan
keadaan anaknya. Karena kebanyakan orang tua mengabaikan gejala gejala kanker
darah yang sebagian besar tidak terlalu serius, namun seiring waktu dapat
menimbulkan gejala yang lebih parah.
Di Indonesia sendiri,
kanker darah sudah memakan korban kurang lebih 150 ribu orang. Meskipun kanker
darah merupakan penyakit yang tergolong langka di Indonesia, namun resiko kematiannya
sangat tinggi.
Lembaga WHO ( World Health Organization) menyebutkan bahwa data
orang yang mengidap kanker darah mencapai 18,1 juta jiwa dengan angka kematian
mencapai 9,6 juta jiwa.
Kanker darah termasuk
ke dalam golongan penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Hal ini dikarenakan kanker
darah bersangkut-paut dengan sistem kekebalan tubuh.
Sel limfosit, yang
merupakan bagian dari komponen darah yang memiliki fungsi sebagai antibodi
menjadi abnormal ketika tubuh terjangkit leukemia. Limfosit yang abnormal ini
disebabkan oleh sum sum tulang yang memproduksi sel leukosit abnormal. Mengutip
Rutgers Institute of New Jersey pada Sabtu (1/6/2019), transplantasi sel induk
akan menjadi bagian dari perawatan para pasien. Sel induk donor memunculkan
sistem kekebalan baru yang berpotensi melihat sel kanker sebagai benda asing
dan mendorong proses pemberantasannya. Sel induk yang ditransplantasikan ini
nantinya menghasilkan antibody baru yang akan melawan sel limfosit yang
abnormal. Tetapi kebanyakan sel induk dari pendonor tidak cocok dengan tubuh
pasien, sehingga penyembuhan pun sulit dilakukan.
Hampir semua kasus
kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi. Ada 3
jenis kanker darah yang paling umum. Apa saja dan bagaimana gejalanya ? Nah,dalam
dunia medis, kanker darah disebut juga sebagai kanker hematologi. Jenis kanker
darah yang paling umum adalah leukimia, limfoma, dan myeloma.
Masing-masing
jenis kanker ini nyatanya menyerang bagian darah yang berbeda, sehingga mungkin
memunculkan gejala yang berbeda, dan
membutuhkan pengobatan yang juga mungkin berbeda. Nah,dibawah ini kami akan menyebutkan jenis jenis kanker darah.
A. Jenis-Jenis Kanker Darah
1.
Leukimia
Leukimia adalah jenis
kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk
memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi. Di saat
bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang
sudah ada dalam tubuh. Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya
akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya.
Kanker leukimia
kemudian dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan seberapa cepat
perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, yaitu akut dan
kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati.
Gejala leukimia juga
termasuk cukup sulit untuk dideteksi karena jenis kanker darah ini tidak
memunculkan ciri yang khas. Namun, pada umumnya waspadai tanda-tanda ini:
- Anemia
- Sering mengalami perdarahan seperti memar, mimisan, atau gusi berdarah karena darah sulit membeku
- Mudah jatuh sakit karena infeksi
- Nyeri sendi atau di area tulang belakang.
- Nafsu makan dan berat badan menurun drastis .
- Berkeringat berlebih di malam hari.
2.
Myeloma
Myeloma atau multiple
myeloma adalah jenis kanker darah yang terbentuk dari sel plasma ganas. Sel
plasma menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman.
Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem
imun yang penting.
Selain sel plasma,
sumsum tulang juga memproduksi sel-sel khusus yang membangun jenis sel darah
lainnya. Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah paling umum
kedua setelah leukemia.
Beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di
antaranya:
- Anemia
- Sering mengalami perdarahan dan memar
- Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah
- Rentan mengalami infeksi
- Gangguan atau kerusakan ginjal
- Kaki bengkak.
3.
Limfoma
Jenis kanker darah
limfoma secara spesifik menyerang limfosit. Limfosit adalah sel darah putih di
sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar
getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang. Fungsi limfosit yang tidak normal
dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.
Limfoma adalah jenis
kanker darah yang tidak umum. Namun, risiko untuk mengidapnya dapat meningkat
pada pria berusia 60 tahun atau lebih yang kelebihan berat badan dan/atau punya
daya tahan tubuh lemah karena penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau
hepatitis C. Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang
sama dalam silsilah keluarganya.
Kanker darah limfoma
dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu: limfoma non-Hodgkins dan limfoma
Hodgkins. Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah:
- Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak
- Demam dan menggigil
- Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik
- Sesak napas dan nyeri dada
- Gatal-gatal di seluruh tubuh
- Keringat berlebih di malam hari
- Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang
- Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat
- Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas
- Nafsu makan menurun
- Muncul darah dalam tinja atau muntah
- Haid dengan volume darah yang berlebihan
Setelah dijelaskan tentang jenis-jenis kanker darah
beserta gejalanya, selanjutnya kami akan menjelaskan mengenai faktor faktor yang dapat memicu timbulnya kanker darah.
B. Faktor Pemicu Timbulnya Kanker Darah
Faktor
pemicu kanker darah terdapat dua jenis faktor yaitu faktor eksternal yang
mencakup paparan radiasi, unsur kimia radon, dan benzena. Sedangkan untuk
faktor internal adalah obesitas.
1.
Paparan radiasi
Sebuah penelitian
menemukan bahwa radiasi dalam jumlah rendah tetap bisa meningkatkan risiko
seseorang terkena leukimia. Itulah sebabnya wanita yang sedang hamil sangat
tidak disarankan untuk melakukan rontgen atau pemeriksaan sinar X. Hal ini
untuk menjaga agar risiko si jabang bayi terkena leukimia bisa ditekan.
2.
Unsur kimia Radon
Kalian juga harus waspada
dengan Radon. Unsur kimia dengan sifat radioaktif yang berwujud gas tidak
berwarna serta tidak berbau ini, ternyata secara alami bisa ditemukan di
lingkungan sekitar dan masuk ke dalam rumah. Bila terhirup, partikel alpha yang
dipancarkan radon berpotensi menyebabkan kanker leukimia. Salah satu sumber
produksi Radon datang dari proses pemecahan alami dari uranium. Proses ini bisa
terdapat dari bebatuan volkanik dan dari tanah. Namun, dalam beberapa kasus,
air sumur pun ada yang mengandung Radon.
Jadi, selalu pastikan ventilasi rumah kalian memadai dan udara bisa mengalir dengan baik, karena Radon yang lebih berat
dari udara biasanya akan mengendap dekat dengan lantai. Cek juga sumber air di
rumah kalian ya!
3.
Benzena
Selain dalam bensin,
senyawa kimia organik yang dikenal dengan nama benzena atau benzol ini juga
banyak digunakan dalam produksi obat, plastik, bensin, karet buatan, tinta
printer, serta pewarna rambut. Padahal, benzena ini ternyata bersifat
karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker lho!
Kalian bisa saja terpapar benzena
dalam kadar tinggi bila merokok atau menggunakan shisha dengan tambahan
tembakau.
Semakin sering dan semakin banyak kalian terpapar benzena, risiko terkena kanker leukimia juga akan semakin tinggi.
4. Rokok
Lagi-lagi rokok menjadi
penyebab penyakit mematikan. Sebuah studi di tahun 2009 menunjukkan bahwa
risiko terkena leukimia bukan hanya bagi orang dewasa yang merokok, tapi juga
anak dengan orangtua perokok, termasuk bila orangtua sudah merokok sebelum masa
kehamilan. Ini dikarenakan karsinogen yang ada dalam rokok diserap oleh
paru-paru dan dialirkan melalui pembuluh darah.
Nah, buat kalian nih para anak indie yang suka bersenja senja sambil merokok,ingat,merokok itu tidak baik bagi kesehatan. Nikmati senja kalian tanpa harus membahayakan masa depan kalian ya!
5. Kopi
Dari data studi French ESCALE tahun 2013 memperlihatkan hasil bahwa meminum lebih dari 2
cangkir kopi setiap hari selama masa kehamilan bisa sedikit meningkatkan risiko
bayi terkena leukimia. Buat para bumil nih,jangan terlalu sering mengkonsumsi kopi ya!
6.
Obesitas
Masih belum mulai
menjalankan pola makan sehat dan olahraga teratur? Ayo segera bulatkan niat,
karena orang yang mengalami obesitas atau berat badan berlebih memiliki risiko
terkena kanker leukimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang berat
badannya normal.
Meski belum ada praktik
yang benar-benar terbukti bisa mencegah leukimia, para dokter dan peneliti
merekomendasikan kalian untuk berhenti merokok, menjalankan gaya hidup sehat,
menghindari radiasi, menghindari paparan terhadap bahan kimia (termasuk lem,
produk pembersih rumah, detergen, serta cat lukis), serta melakukan pemeriksaan
darah secara rutin.
Jadi,kalau kalian merasa berat badan kalian berlebihan,jangan menganut prinsip "diet mulai besok" ya guys! Karena seperti yang kita tahu bahwa sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik,benar kan?
Setelah dipaparkan
tentang faktor pemicu kanker darah, selanjutnya adalah cara pengobatan kanker
darah. Proses pengobatannya pun tentu saja berbeda-beda sesuai dengan jenis kanker darah
yang diderita.
C. Pengobatan Kanker Darah
Yang pertama,cara pengobatan kanker darah jenis leukimia. Pada dasarnya cara
mengobati Leukimia bisa dibilang harus dengan seksama. Pasalnya, tujuan
pengobatan Leukimia ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker dan
memungkinkan sel darah yang normal dibentuk di dalam sumsum tulang. Keputusan
pengobatan leukemia didasarkan pada jenis leukemia yang dimiliki, stadium
penyakit, usia dan kondisi kesehatan secara umum.
Jenis leukimia sendiri
dilihat melalui pemeriksaan mikroskopis sumsum tulang, apakah jenis leukimia
limfoblastik atau mieloblastik. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan apakah
leukimianya masuk kategori akut atau kronis.
1.
Leukimia Limfoblastik akut
Cara mengobati leukemia
limfoblastik akut (ALL) memiliki 3 langkah yang terdiri atas tahap induksi,
konsolidasi, dan pemeliharaan.
2.
Leukimia Mieloblastik akut
Pengobatan leukemia
mieloblastik akut (AML) didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal.
Rencana pengobatannya biasanya memiliki 2 langkah yang meliputi induksi remisi
dan terapi pasca-remisi. Terdapat subtipe dari AML disebut promyelocytic
leukemia akut, sehingga pasien mendapatkan obat-obatan lain, seperti arsenik
trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA). Transplantasi sel induk dan
kemoterapi juga digunakan ketika leukemia tidak respon terhadap pengobatan atau
jika AML kambuh kembali.
3.
Leukemia Limfositik Kronis (CLL)
Berikut ini adalah pilihan pengobatan leukemia
limfositik kronis, diantaranya:
Terapi radiasi. Ini
dapat digunakan untuk mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena
terlalu banyak limfosit abnormal.Cara ini merupakan kombinasi dari obat
leukemia, termasuk antibodi monoklonal.
Ketika CLL tidak respon
terhadap pengobatan, atau jika kambuh kembali setelah pasien telah reda
gejalanya selama beberapa waktu tertentu, cara mengobati leukemia yang seperti
ini adalah dengan kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang.
Pasien CLL tidak mampu
melawan infeksi dengan baik. Pasien dan dokter perlu untuk waspada dan
memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi, seperti pneumonia (infeksi paru) atau
infeksi jamur. Pengobatan dini akan membantu pasien bertahan hidup lebih lama.
Obat leukemia disesuaikan dengan tingkat keparahan leukemia yang dideita oleh
pasien.
4.
Leukimia Mieloblastik Kronis
Leukimia mieloblastik
kronis (CML) perlu diobati dengan segera. Bagi orang-orang yang baru
didiagnosis pada tahap awal CML (fase kronis), tyrosine kinase inhibitor dapat
bekerja selama bertahun-tahun. Jika pasien tidak menunjukkan kekambuhan, pasien
tidak perlu melakukan transplantasi sumsum tulang. Tetapi jika pasien kambuh,
sebaiknya pasien melakukan transplantasi sumsum tulang.
Sementara untuk
orang-orang yang didiagnosis CML pada tahap selanjutnya (fase akselerasi atau
fase krisis blast), pengobatan mungkin melibatkan kemoterapi atau tyrosine
kinase inhibitor sebelum dilakukannya transplantasi sumsum tulang–guna
meningkatkan kemungkinan keberhasilan operasi transplantasi sumsum tulang.
Lalu yang kedua,ada pengobatan kanker darah jenis myeloma. Sayangnya, belum terdapat penyembuhan baku bagi multiple myeloma. Namun, terdapat berbagai pilihan perawatan yang dapat memungkinkan pasien myeloma untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari dengan hampir normal. Beberapa pilihan penyembuhan tersebut termasuk: sebagai berikut :
- 1. Terapi bertarget, yang termasuk perawatan dengan obat-obatan seperti bortezomib (Velcade) dan zarfilzomib (Kyprolis), yang menargetkan pada ketidaknormalan tertentu dalam sel myeloma untuk mencegahnya bertahan atau menyebar
- 2. Kemoterapi untuk membunuh sel myeloma
- 3. Terapi biologis, suatu pendekatan dengan menggunakan obat-obatan seperti thalidomide dan pomalidomide untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh alami untuk mengenali dan menyerang sel kanker
- 4. Terapi radiasi yang menggunakan berkas energi untuk menyerang dan menghancurkan sel myeloma dan menghentikan perkembangbiakannya
- 5. Transplantasi sel induk, tindakan perawatan yang memungkinkan penggantian sumsum tulang yang berpenyakit dengan yang sehat setelah kemoterapi
- 6. Kortikosteroid seperti prednisone untuk membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan mengendalikan peradangan.
- Karena multiple myeloma juga menyebabkan berbagai komplikasi pada organ-organ atau bagian tubuh lainnya, obat-obatan dan perawatan tambahan biasanya disarankan, termasuk bedah bagi nyeri tulang, pengobatan nyeri, pengobatan untuk mencegah kekeroposan tulang, pengobatan bagi anemia, vaksin untuk mencegah infeksi atau dialisis bagi berbagai jenis kerusakan ginjal.
Terakhir,yaitu pengobatan kanker darah jenis limfoma. Limfoma adalah kondisi yang dapat diobati dan diatasi, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis yang diderita oleh pasien.
Tujuan dari pengobatan adalah menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker yang terdapat di dalam tubuh, serta mencegah kembalinya sel-sel kanker tersebut.
Berikut adalah pilihan pengobatan yang ada:
1. Kemoterapi
Kemoterapi diberikan dengan cara menyuntikkan atau meminum obat. Obat tersebut dapat membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.
2. Terapi radiasi atau radioterapi
Radioterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray dan proton.
3. Transplantasi sumsum tulang
Prosedur transplantasi umumnya dikombinasikan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Dokter bedah akan mengambil sel-sel induk sumsum tulang yang sehat di bagian lain tubuh pasien atau dari donor.
Nah,itu tadi adalah sedikit informasi mengenai Kanker Darah. Kami menyarankan agar kita semua senantiasa menjaga pola hidup sehat guna mencegah suatu kemungkinan yang terjadi yang dapat menyebabkan kanker darah. Karena seperti kata pepatah,mencegah lebih baik daripada mengobati. Terimakasih!
This article was created and compiled for biology assignments by group two with members :
Ari Vickry Hanjaya (3)
Indah Apriliana (17)
Shilan Nazwa Alifia (33)
Mantaaap ...
BalasHapusTerimakasih ilmunya ...
Terimakasih ilmunya, dulu saya sering menghisap bensin, karena menurut saya itu harum, tapi setelah tahu ini saya tidak mau lagi menghisap bensin
BalasHapusterima kasih ilmunya
BalasHapus