Minggu, 27 Oktober 2019

Hipertensi ? jangan dianggap sepele lho !


System peredaran darah atau system kardiovaskular adalah suatu system organ yang berfungsi memndahkan zat ke dan dari sel. System ini penting untuk tubuh kita karena berfungsi sebagai transportasi berbagai zat,proteksi benda asing,dan juga sebagai pengatur keseimbangan tubuh (suhu dan pH). Adapun organ-organ dalam system peredaran darah antara lain : jantung,pembuluh darah,dan darah.

Tentunya gangguan-gangguan pada system peredarah darah ada, bisa dari tekanan darah,kekurangan darah,maupun gangguan-gangguan pada organ-organ system peredaran darah seperti bocor jantung,penyempitan pembuluh darah, dan gangguan-gangguan pada darah itu sendiri.

Pada artikel ini kami akan membahas salah satu penyakit atau gangguan yang terjadi pada system peredaran darah manusia yang cukup umum terjadi di masyarakat Indonesia. Yaitu hipertensi.


Hipertensi adalah gangguan system peredaran darah manusia yang menyangkut tekanan darah manusia. Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Tekanan darah normal manusia adalah 120/80 mmHg. Seseorang umumnya dianggap menderita hipertensi jika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg ke atas dan dianggap parah jika 180/120 mmHg. Diperkirakan saat ini di seluruh dunia ada 1 miliar penderita hipertensi dan pada tahun 2025 jumlah penderita melonjak jadi 1,5 miliar. Tiga perempat penderita hipertensi akan berada di negara berkembang. Sekitar 7,1 juta kematian terkait dengan hipertensi. Di Indonesia, 1 dari 3 penduduk berusia 18 tahun ke atas mengidap hipertensi.

Hipertensi sangat umum terjadi di Indonesia. Di Indonesia sendiri tercatat bahwa pertahunnya, 2 juta orang di Indonesia mengalami hipertensi. Untuk mengethaui hipertensi atau tidaknya seseorang bisa dilakukan dengan mengukur tekanan darah orang tersebut dengan tensi.  Hipertensi pada umumnya tidak bisa dirasakan dan tidak juga menimbulkan gejala yang berarti. Makanya banyak orang yang seringnya tidak menyadari kalua mereka punya darah tinggi,atau buruknya malah menyepelekan kondisi ini. Tapi hipertensi tidak boleh dibiarkan lama, karena hipertensi bisa menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bagi penderitanya. Bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sebagian besar penyebab hipertensi tidak diketahui. Namun, para ahli telah lama mendeteksi system saraf simpatis di ginjal yang terkoneksi dengan otak berperan penting meningkatkan tekanan darah. System saraf ini jika terangsang dapat mengerutkan pembuluh darah, menambah volume darah, memicu debar jantung, dan merangsang pelepasan hormone renin yang turut melejitkan tekanan darah. Pada hipertensi terjadi hiperaktivasi system saraf simpatis yang terus-menerus sehingga tekanan darah tetap tinggi.
Beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan karena hipertensi antara lain :

SERANGAN JANTUNG
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri dinding pembuluh darah arteri. Ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Akibatnya, anda bisa terkena serangan jantung. Gejala peringatan serangan jantung yang paling umum adalah nyeri dada dan sesak napas
.
PENGOBATAN :
·         Obat – obatan
-          Obat antiplatelet
-          Obat pelebar pembuluh darah
-          Obat penghilang rasa sakit
-          Obat penghancur gumpalan darah
-          Obat antikoagulan
-          Obat kolesterol
-          Obat hipertensi jenis ACE inhibitor
-          Obat hipertensi jenis penghambat beta
·         Operasi
-          Pemasangan ring  jantung (stent) atau angioplasty coroner
-          Operasi baypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG)

GAGAL JANTUNG
saat tekanan darah tinggi, otot jantung memompa darah lebih keras agar dapat memenuhi kebutuhan darah ke semua bagian tubuh. Hal ini membuat otot jantung lama-lama menebal sehingga jantung kesulitan memompa cukup darah. Konsekuensinya, gagal jantung bisa terjadi. Gejala umum dari gagal jantung adalah sesak napas,kelelahan,berngkak di pergelangan tangan, kaki, perut, dan pebuluh darah di leher.

PENGOBATAN :
·         Obat – obatan
-          Obat diuretic
-          Obat penghambat beta
-          ACE inhibitor
-          ARB,seperti candesartan, valsartan, dan telmisartan.
-          Digoxin
-          Ivabradine
·         Operasi
-          Operasi katup jantung
-          Operasi bypass atau angioplasty
-          Operasi transplantasi jantung

STROKE
Stroke bisa terjadi saat aliran darah kaya oksigen ke sebagian area otak terganggu,misalnya karena ada sumbatan atau ada pembuluh darah yang pecah. Penyumbatan ini terjadi karena adanya aterosklerosis dalam pembuluh darah. Pada orang yang punya hipertensi, stroke mungkin terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi sehingga pembuluh darah di salah satu area otak pecah. Gejala stroke meliputi kelumpuhan atau mati rasa pada wajah,tangan, dan kaki, kesulitan berbicara, dan kesulitan melihat.

PENGOBATAN :
·         Pengobatan stroke iskemik
-          Penyuntikan rtPA
-          Obat antiplatelet
-          Obat antikoagulan
-          Obat antihipertensi
-          Statin
-          Endarterektomi karotis (operasi)
-          Angioplasty (operasi)
·         Pengobatan stroke hemoragik
-          Obat – obatan
-          Operasi
-          Pengobatan TIA (Transient Ischemic  Attack)

ANEURISMA
Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan salah satu bagian pembuluh darah melemah dan menonjol seperti balon, membentuk aneurisma. Aneurisma biasanya tidak menyebabkan tanda atau gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika aneurisma terus membesar dan akhirnya pecah,ini bisa mengancam nyawa.

PENGOBATAN :
                Pengobatan aneurisma tergantung pada ukurannya. Pada aneurisma aorta yang berukuran kecil kurang dari 4cm, maka biasanya yang dilakukan adalah wait and see, bukan tindakan operasi yang segera. Dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk memastikan bahwa ukurannya tidak semakin besar. Seberapa sering pemeriksaan itu diperluksn (misalnya, setiap beberapa bulan atau setiap tahun) didasarkan pada ukuran aneurisma dan seberapa cepat pertumbuhannya. Semakin besar itu dan semakin cepat tumbuh, maka semakin sering diperlukan pemeriksaan. Jika aneurisma aorta berukuran besar (5,5 cm atau lebih) maka diperlukan tindakan operasi. Sedangkan pada aneurisma otak yang belum pecah, maka biasanya dokter akan mempertimbangkan resiko dan manfaat sebelum melakukan pembedahan. Prosedur bedah darurat akan diperlukan baik pada aneurisma otak ataupun aneurisma aorta apabila pecah.


MASALAH GINJAL
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah di ginjal menyempit dan melemah. Hal ini kemudian dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal kronis.

PENGOBATAN :
·         Obat – obatan
-          Obat hipertensi
-          Suplemen untuk anemia
-          Obat diuretic
-          Suplemen kalsium dan vitamin D
-          Obat kortikosteroid
·         Pola makan sehat
·         Olahraga teratur
·         Tidak mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
·         Dialysis
·         Transplantasi ginjal

MASALAH MATA
Tak hanya bisa memengaruhi pembuluh darah ginjal, tekanan darah tinggi juga bisa memengaruhi pembuluh darah di mata. Pembuluh darah di mata juga bisa menyempit dan menebal akibat tekanan darah tinggi. Pembuluh darah kemudian bisa pecah dan mengakibatkan kerusakan mata, mulai dari penglihatan kabur sampai kebutaan.

PENGOBATAN :
·         Pemberian obat tetes :
-          Miotic atau obat cholinergic
-          Prostaglandin
-          Penghambat beta (beta blocker)
·         Terapi laser
-          Trabeculoplasty
-          Iridotomy
-          Cyclophotocoagulation
·         Operasi
-          Implant
-          Electrocautery

SINDROM METABOLIK
Sindrom metabolic merupakan kumpulan dari kelainan metabolisme dalam tubuh. Salah satu factor resikonya adalah tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan kondisi kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi (kadar kolesterol baik rendah dan kadar trigliserida tinggi), dan lingkar pinggang besar didiagnosis sebagai sindrom metabolic.

PENGOBATAN :
·         Perubahan gaya hidup
-          Rutin berolahraga
-          Membatasi asupan garam
-          Menghetikan kebiasaan merokok
-          Menurunkan berat badan hingga berat badan ideal
-          Mengelola stress dengan baik
-          Memakan makanan yang tinggi serat
·         Obat – obatan
-          Obat diuretic
-          Obat golongan statin
-          Obat diabetes
·         Operasi
-          Operasi bariatrik

KESULITAN DALAM MENGINGAT DAN FOKUS
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan perubahan kognitif. Anda mungkin akan mengalami masalah dalam berpikir, mengingat, dan belajar. Tanda-tandanya seperti kesulitan dalam menemukan kata-kata saat berbicara dan kehilangan focus saat dalam pembicaraan.

PENGOBATAN :
·         Perubahan gaya hidup
-          Tidur cukup dan teratur
-          Istirahat yang cukup
-          Konsumsi makanan yang sehat

                Banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh hipertensi yang bisa mengancam nyawa kita. Oleh karena itu kita tidak boleh menyepelekan hipertensi  dan senantiasa menjaga tubuh kita dari hipertensi. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertensi:

MENJAGA BERAT BADAN IDEAL
Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih beresiko terserang hipertensi.

BEROLAHRAGA SECARA RUTIN
Seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap minggu.

KONSUMSI MAKANAN YANG RENDAH LEMAK DAN KAYA SERAT
Misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.

KURANGI GARAM
Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok the.

KURANGI KONSUMSI ALKOHOL
Mengonsumsi lebih dari takaran alcohol yang disarankan bisa meningkatkan resiko hipertensi.

BERHENTI MEROKOK
Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit. Sehingga meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.

KONSUMSI KAFEIN SESUAI YANG DIANJURKAN
Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan resiko hipertensi.

METODE / TEKNOLOGI TERAPI HIPERTENSI
                Dalam mengatasi hipertensi, pada awalnya dokter menganjurkan pola hidup sehat dengan mengatur diet dan berolahraga secara rutin serta, jika diperlukan, diberikan obat penurun tekanan darah. Pada hipertensi tingkat lanjut, kadang dokter meresepkan lebih dari satu jenis obat agar hipertensi terkontrol.
                Pada sekitar 20 persen penderita hipertensi, tekanan darah tak kunjung normal walau mendapat tiga atau lebih kombinasi pil. Ini disebut hipertensi resisten. Pada hipertensi jenis ini penambahan jenis obat sering kali bukan membuat tekanan darah turun, melainkan efek samping obat menjadi naik.
Menghadapi hipertensi yang tak mempan obat ini, Henry Krum dari Universitas Monash, Australia, bersama para kolega mencoba melakukan denervasi renal, terapi baru yang belum pernah dilakukan pada manusia. Intinya, menumpulkan saraf simpatis di lapisan dalam pembuluh darah ginjal dengan teknik invasif dengan kateter.
Caranya, kateter berbentuk seperti selang lentur, dengan diameter seukuran sedotan minuman, diarahkan ke muara pembuluh darah ginjal melalui sayatan kecil melewati pembuluh darah paha. Lewat kateter, seutas kawat berujung elektroda yang tersambung dengan generator mentransmisikan energi radiofrekuensi ke dinding dalam pembuluh darah ginjal untuk ”memotong” sinyal saraf simpatis (denervasi). Tindakan non- bedah yang mirip kateterisasi jantung ini hanya perlu waktu kurang dari satu jam untuk menumpulkan persarafan di kedua pembuluh darah ginjal.
Bukti keberhasilan
Sebanyak 45 orang yang menderita hipertensi yang tak mempan obat berpartisipasi dalam studi Krum dan kolega. Hasilnya, denervasi renal berhasil menurunkan tekanan darah secara bermakna tanpa komplikasi serius. Krum dan kolega memublikasikan hasil studi di jurnal kedokteran Lancet.
Penelitian lebih lanjut antara lain dilakukan oleh Murray Esler dan kolega terhadap lebih dari 100 pasien hipertensi resisten. Esler membuktikan keunggulan terapi hipertensi yang disertai denervasi renal dibandingkan dengan obat-obatan saja. Penelitian itu juga dimuat Lancet tahun 2010.
Keberhasilan sejumlah penelitian terkait denervasi renal mendapat sambutan luas di sejumlah negara. Pihak berwenang di Eropa dan Australia telah menyetujui tindakan ini untuk digunakan sebagai upaya terapi hipertensi.
Juli 2011, FDA Amerika Serikat mengizinkan penelitian denervasi renal yang melibatkan sekitar 500 pasien dari 60 pusat medis di Amerika. Apabila studi ini juga memperlihatkan hasil yang baik, kemungkinan besar metode ini segera diterapkan secara luas di Negeri Paman Sam itu.
Para ahli memprediksi metode ini bisa digunakan lebih luas, tidak hanya pada hipertensi yang bandel, tetapi juga pada hipertensi biasa. Akankah terapi ini meniadakan peranan obat-obat dalam penanganan hipertensi? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti jangan biarkan tekanan darah Anda tetap tinggi.

Sumber :
-          Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Metode Baru Terapi Hipertensi", https://lifestyle.kompas.com/read/2012/01/10/07572915/metode.baru.terapi.hipertensi?page=all.
-          www.alodokter.com  

Disusun oleh :
Atsila Audita Sanusi
Farrel Al Ghivari
Lulu Zulfa Al Azizia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar