System peredaran darah atau
system kardiovaskular adalah suatu system organ yang berfungsi memndahkan zat
ke dan dari sel. System ini penting untuk tubuh kita karena berfungsi sebagai
transportasi berbagai zat,proteksi benda asing,dan juga sebagai pengatur
keseimbangan tubuh (suhu dan pH). Adapun organ-organ dalam system peredaran
darah antara lain : jantung,pembuluh darah,dan darah.
Tentunya gangguan-gangguan pada
system peredarah darah ada, bisa dari tekanan darah,kekurangan darah,maupun
gangguan-gangguan pada organ-organ system peredaran darah seperti bocor
jantung,penyempitan pembuluh darah, dan gangguan-gangguan pada darah itu
sendiri.
Pada artikel ini kami akan
membahas salah satu penyakit atau gangguan yang terjadi pada system peredaran
darah manusia yang cukup umum terjadi di masyarakat Indonesia. Yaitu
hipertensi.
Hipertensi sangat umum terjadi di
Indonesia. Di Indonesia sendiri tercatat bahwa pertahunnya, 2 juta orang di
Indonesia mengalami hipertensi. Untuk mengethaui hipertensi atau tidaknya
seseorang bisa dilakukan dengan mengukur tekanan darah orang tersebut dengan
tensi. Hipertensi pada umumnya tidak
bisa dirasakan dan tidak juga menimbulkan gejala yang berarti. Makanya banyak
orang yang seringnya tidak menyadari kalua mereka punya darah tinggi,atau buruknya
malah menyepelekan kondisi ini. Tapi hipertensi tidak boleh dibiarkan lama,
karena hipertensi bisa menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bagi penderitanya.
Bahkan bisa menyebabkan kematian.
Sebagian besar penyebab
hipertensi tidak diketahui. Namun, para ahli telah lama mendeteksi system saraf
simpatis di ginjal yang terkoneksi dengan otak berperan penting meningkatkan
tekanan darah. System saraf ini jika terangsang dapat mengerutkan pembuluh
darah, menambah volume darah, memicu debar jantung, dan merangsang pelepasan
hormone renin yang turut melejitkan tekanan darah. Pada hipertensi terjadi
hiperaktivasi system saraf simpatis yang terus-menerus sehingga tekanan darah
tetap tinggi.
Beberapa penyakit yang bisa
ditimbulkan karena hipertensi antara lain :
SERANGAN JANTUNG
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan
penebalan arteri dinding pembuluh darah arteri. Ini disebut dengan
aterosklerosis. Aterosklerosis menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga
jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Akibatnya, anda bisa terkena serangan
jantung. Gejala peringatan serangan jantung yang paling umum adalah nyeri dada
dan sesak napas
.
PENGOBATAN :
·
Obat – obatan
-
Obat antiplatelet
-
Obat pelebar pembuluh darah
-
Obat penghilang rasa sakit
-
Obat penghancur gumpalan darah
-
Obat antikoagulan
-
Obat kolesterol
-
Obat hipertensi jenis ACE inhibitor
-
Obat hipertensi jenis penghambat beta
·
Operasi
-
Pemasangan ring
jantung (stent) atau angioplasty coroner
-
Operasi baypass jantung atau coronary artery
bypass graft (CABG)
GAGAL JANTUNG
saat tekanan darah tinggi, otot jantung memompa darah lebih
keras agar dapat memenuhi kebutuhan darah ke semua bagian tubuh. Hal ini
membuat otot jantung lama-lama menebal sehingga jantung kesulitan memompa cukup
darah. Konsekuensinya, gagal jantung bisa terjadi. Gejala umum dari gagal
jantung adalah sesak napas,kelelahan,berngkak di pergelangan tangan, kaki,
perut, dan pebuluh darah di leher.
PENGOBATAN :
·
Obat – obatan
-
Obat diuretic
-
Obat penghambat beta
-
ACE inhibitor
-
ARB,seperti candesartan, valsartan, dan
telmisartan.
-
Digoxin
-
Ivabradine
·
Operasi
-
Operasi katup jantung
-
Operasi bypass atau angioplasty
-
Operasi transplantasi jantung
STROKE
Stroke bisa terjadi saat aliran darah kaya oksigen ke
sebagian area otak terganggu,misalnya karena ada sumbatan atau ada pembuluh
darah yang pecah. Penyumbatan ini terjadi karena adanya aterosklerosis dalam
pembuluh darah. Pada orang yang punya hipertensi, stroke mungkin terjadi ketika
tekanan darah terlalu tinggi sehingga pembuluh darah di salah satu area otak
pecah. Gejala stroke meliputi kelumpuhan atau mati rasa pada wajah,tangan, dan
kaki, kesulitan berbicara, dan kesulitan melihat.
PENGOBATAN :
·
Pengobatan stroke iskemik
-
Penyuntikan rtPA
-
Obat antiplatelet
-
Obat antikoagulan
-
Obat antihipertensi
-
Statin
-
Endarterektomi karotis (operasi)
-
Angioplasty (operasi)
·
Pengobatan stroke hemoragik
-
Obat – obatan
-
Operasi
-
Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack)
ANEURISMA
Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan salah
satu bagian pembuluh darah melemah dan menonjol seperti balon, membentuk
aneurisma. Aneurisma biasanya tidak menyebabkan tanda atau gejala selama
bertahun-tahun. Namun, jika aneurisma terus membesar dan akhirnya pecah,ini
bisa mengancam nyawa.
PENGOBATAN :
Pengobatan
aneurisma tergantung pada ukurannya. Pada aneurisma aorta yang berukuran kecil
kurang dari 4cm, maka biasanya yang dilakukan adalah wait and see, bukan
tindakan operasi yang segera. Dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan rutin
untuk memastikan bahwa ukurannya tidak semakin besar. Seberapa sering pemeriksaan
itu diperluksn (misalnya, setiap beberapa bulan atau setiap tahun) didasarkan
pada ukuran aneurisma dan seberapa cepat pertumbuhannya. Semakin besar itu dan
semakin cepat tumbuh, maka semakin sering diperlukan pemeriksaan. Jika
aneurisma aorta berukuran besar (5,5 cm atau lebih) maka diperlukan tindakan
operasi. Sedangkan pada aneurisma otak yang belum pecah, maka biasanya dokter
akan mempertimbangkan resiko dan manfaat sebelum melakukan pembedahan. Prosedur
bedah darurat akan diperlukan baik pada aneurisma otak ataupun aneurisma aorta
apabila pecah.
MASALAH GINJAL
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat
menyebabkan pembuluh darah di ginjal menyempit dan melemah. Hal ini kemudian
dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal kronis.
PENGOBATAN :
·
Obat – obatan
-
Obat hipertensi
-
Suplemen untuk anemia
-
Obat diuretic
-
Suplemen kalsium dan vitamin D
-
Obat kortikosteroid
·
Pola makan sehat
·
Olahraga teratur
·
Tidak mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid
(OAINS)
·
Dialysis
·
Transplantasi ginjal
MASALAH MATA
Tak hanya bisa memengaruhi pembuluh darah ginjal, tekanan
darah tinggi juga bisa memengaruhi pembuluh darah di mata. Pembuluh darah di
mata juga bisa menyempit dan menebal akibat tekanan darah tinggi. Pembuluh
darah kemudian bisa pecah dan mengakibatkan kerusakan mata, mulai dari
penglihatan kabur sampai kebutaan.
PENGOBATAN :
·
Pemberian obat tetes :
-
Miotic atau obat cholinergic
-
Prostaglandin
-
Penghambat beta (beta blocker)
·
Terapi laser
-
Trabeculoplasty
-
Iridotomy
-
Cyclophotocoagulation
·
Operasi
-
Implant
-
Electrocautery
SINDROM METABOLIK
Sindrom metabolic merupakan kumpulan dari kelainan
metabolisme dalam tubuh. Salah satu factor resikonya adalah tekanan darah
tinggi. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan kondisi kadar gula darah
tinggi, kadar kolesterol tinggi (kadar kolesterol baik rendah dan kadar
trigliserida tinggi), dan lingkar pinggang besar didiagnosis sebagai sindrom
metabolic.
PENGOBATAN :
·
Perubahan gaya hidup
-
Rutin berolahraga
-
Membatasi asupan garam
-
Menghetikan kebiasaan merokok
-
Menurunkan berat badan hingga berat badan ideal
-
Mengelola stress dengan baik
-
Memakan makanan yang tinggi serat
·
Obat – obatan
-
Obat diuretic
-
Obat golongan statin
-
Obat diabetes
·
Operasi
-
Operasi bariatrik
KESULITAN DALAM MENGINGAT DAN FOKUS
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat
menyebabkan perubahan kognitif. Anda mungkin akan mengalami masalah dalam berpikir,
mengingat, dan belajar. Tanda-tandanya seperti kesulitan dalam menemukan
kata-kata saat berbicara dan kehilangan focus saat dalam pembicaraan.
PENGOBATAN :
·
Perubahan gaya hidup
-
Tidur cukup dan teratur
-
Istirahat yang cukup
-
Konsumsi makanan yang sehat
Banyak
sekali penyakit yang disebabkan oleh hipertensi yang bisa mengancam nyawa kita.
Oleh karena itu kita tidak boleh menyepelekan hipertensi dan senantiasa menjaga tubuh kita dari
hipertensi. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah
terjadinya hipertensi:
MENJAGA BERAT BADAN IDEAL
Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih beresiko
terserang hipertensi.
BEROLAHRAGA SECARA RUTIN
Seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari
risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap
minggu.
KONSUMSI MAKANAN YANG RENDAH LEMAK DAN KAYA SERAT
Misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta
buah dan sayuran.
KURANGI GARAM
Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok the.
KURANGI KONSUMSI ALKOHOL
Mengonsumsi lebih dari takaran alcohol yang disarankan bisa
meningkatkan resiko hipertensi.
BERHENTI MEROKOK
Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung,
tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit. Sehingga meningkatkan resiko
serangan jantung dan stroke.
KONSUMSI KAFEIN SESUAI YANG DIANJURKAN
Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa
meningkatkan resiko hipertensi.
METODE / TEKNOLOGI
TERAPI HIPERTENSI
Dalam
mengatasi hipertensi, pada awalnya dokter menganjurkan pola hidup sehat dengan
mengatur diet dan berolahraga secara rutin serta, jika diperlukan, diberikan
obat penurun tekanan darah. Pada hipertensi tingkat lanjut, kadang dokter
meresepkan lebih dari satu jenis obat agar hipertensi terkontrol.
Pada sekitar 20 persen penderita hipertensi, tekanan
darah tak kunjung normal walau mendapat tiga atau lebih kombinasi pil. Ini
disebut hipertensi resisten. Pada hipertensi jenis ini penambahan jenis obat
sering kali bukan membuat tekanan darah turun, melainkan efek samping obat
menjadi naik.
Menghadapi
hipertensi yang tak mempan obat ini, Henry Krum dari Universitas Monash,
Australia, bersama para kolega mencoba melakukan denervasi renal, terapi baru
yang belum pernah dilakukan pada manusia. Intinya, menumpulkan saraf simpatis
di lapisan dalam pembuluh darah ginjal dengan teknik invasif dengan kateter.
Caranya, kateter
berbentuk seperti selang lentur, dengan diameter seukuran sedotan minuman,
diarahkan ke muara pembuluh darah ginjal melalui sayatan kecil melewati
pembuluh darah paha. Lewat kateter, seutas kawat berujung elektroda yang
tersambung dengan generator mentransmisikan energi radiofrekuensi ke dinding
dalam pembuluh darah ginjal untuk ”memotong” sinyal saraf simpatis (denervasi).
Tindakan non- bedah yang mirip kateterisasi jantung ini hanya perlu waktu
kurang dari satu jam untuk menumpulkan persarafan di kedua pembuluh darah
ginjal.
Bukti keberhasilan
Sebanyak 45 orang yang menderita hipertensi yang tak
mempan obat berpartisipasi dalam studi Krum dan kolega. Hasilnya, denervasi
renal berhasil menurunkan tekanan darah secara bermakna tanpa komplikasi
serius. Krum dan kolega memublikasikan hasil studi di jurnal kedokteran Lancet.
Penelitian lebih lanjut antara lain dilakukan oleh
Murray Esler dan kolega terhadap lebih dari 100 pasien hipertensi resisten.
Esler membuktikan keunggulan terapi hipertensi yang disertai denervasi renal
dibandingkan dengan obat-obatan saja. Penelitian itu juga dimuat Lancet tahun
2010.
Keberhasilan sejumlah penelitian terkait denervasi
renal mendapat sambutan luas di sejumlah negara. Pihak berwenang di Eropa dan
Australia telah menyetujui tindakan ini untuk digunakan sebagai upaya terapi
hipertensi.
Juli 2011, FDA Amerika Serikat mengizinkan penelitian
denervasi renal yang melibatkan sekitar 500 pasien dari 60 pusat medis di
Amerika. Apabila studi ini juga memperlihatkan hasil yang baik, kemungkinan
besar metode ini segera diterapkan secara luas di Negeri Paman Sam itu.
Para ahli memprediksi metode ini bisa digunakan lebih
luas, tidak hanya pada hipertensi yang bandel, tetapi juga pada hipertensi
biasa. Akankah terapi ini meniadakan peranan obat-obat dalam penanganan
hipertensi? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti jangan biarkan tekanan darah
Anda tetap tinggi.
Sumber :
-
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Metode
Baru Terapi Hipertensi", https://lifestyle.kompas.com/read/2012/01/10/07572915/metode.baru.terapi.hipertensi?page=all.
Disusun oleh :
Atsila Audita Sanusi
Farrel Al Ghivari
Lulu Zulfa Al Azizia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar