Setiap orang di dunia pasti sudah pernah mendengar dan menggunakan istilah kesehatan dalam percakapan sehari – hari mereka. Meskipun begitu, dari sekian banyak orang yang pernah menggunakan istilah ini, pasti tidak semuanya mengetahui apa arti kata kesehatan yang sebenarnya. Beberapa orang sering kali mengartikan kesehatan dengan kata sehat. Padahal jika diartikan secara gamblang, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda.
Lantas apa sih sebenarnya kesehatan itu?
Istilah kesehatan biasanya merujuk kepada kondisi tubuh yang sehat. Istilah kesehatan merupakan pengembangan dari istilah atau pun kata sehat yang artinya adalah terbebas dari penyakit. Istilah kesehatan pada dasarnya berasal dari kata sehat yang artinya terbebas dari segala gangguan atau pun penyakit baik penyakit fisik maupun psikis. Jika diarikan dari kata dasarnya, maka kesehatan merupakan kondisi atau pun keadaan yang menggambarkan tubuh yang terbebas dari segala penyakit atau pun gangguan fisik atau pun psikis.
Teori klasik H. L. Bloom menyatakan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut, yaitu: 1) gaya hidup (life style); 2) lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya); 3) pelayanan kesehatan; dan 4) faktor genetik (keturunan). Keempat determinan tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi status kesehatan seseorang.
Dewasa ini, pekerjaan masyarakat Indonesia banyak yang mengharuskan orang tersebut untuk berdiri lama. Mungkin sebagian orang merasa terbiasa dengan kebisaan buruk yang mengharuskannya untuk berdiri lama.
Berdiri selama 5 jam setiap hari diketahui berkontribusi pada gangguan otot bagian tungkai bawah. Kondisi ini bisa menyebabkan risiko nyeri punggung jangka panjang dan gangguan otot serta persendian. Sebenarnya berdiri dua jam setiap hari tidak menyebabkan masalah, tetapi periode yang lebih lama baru terlihat efeknya.
Gangguan kesehatan yang mungkin timbul antara lain masalah jangka pendek seperti kaki kram dan nyeri punggung. Tetapi masalah jangka panjang biasanya kurang disadari.
Munculnya ruam-ruam atau tonjolan pada kaki berwarna biru keungu-unguan tersebut merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh terlalu lamanya berdiri yang bernama Varises. Varises ini termasuk kedalam gangguan pada pembuluh darah. Biasanya ia muncul di area paha, mata kaki, atau lutut, tapi bisa juga timbul di daerah lain misalnya wajah, lengan, perut, bahkan kelamin. Tonjolan urat itu merupakan kelainan pada pembuluh darah vena yang bengkak atau membesar, disebabkan oleh kerusakan katup dalam vena.
Banyak orang yang menyepelekan gejala varises ini karena dianggap hanya sebatas masalah estetika tubuh semata. Padahal, di balik penyakit yang terlihat “ringan" ini, ada bom waktu yang siap meledak. Varises dapat memicu risiko serangan jantung.
Penyebabnya banyak. Bagi sebagian besar wanita, varises dapat mengganggu penampilan terutama di bagian tubuh yang terlihat seperti di kaki. Namun tahukah anda bahwa penyebab munculnya varises tidak hanya karena sering berdiri lho, tapi ada banyak lainnya.
Seperti, orang yang memakai sepatu hak tinggi, kehamilan, atau memiliki berat badan yang berlebihan berisiko terkena penyakit varises. Namun, umumnya sih terjadi pada individu yang berdiri terlalu lama. Akibatnya katup vena melemah dan mengalami stres lalu tidak mampu menahan akumulasi darah yang kemudian pembuluh darah menumpuk lalu membuat vena menjadi bengkak.
Apa itu varises?
Varises adalah pembuluh darah vena yang membengkak dan tampak dekat dari permukaan kulit. Pembuluh vena membawa darah dengan rendah oksigen dari sel dan jaringan kembali ke jantung, di mana darah bisa kembali mendapatkan oksigen.
Masalah pada pembuluh vena ini dapat terjadi di bagian mana pun pada tubuh Anda. Namun, paling sering terjadi pada kaki. Kondisi ini sangat umum dihadapi banyak orang.
Kadang tidak berbahaya, namun perlu penanganan dokter ketika gejala yang ditimbulkan cukup mengganggu atau berisiko menyebabkan komplikasi.
Seberapa umumkah varises?
Kondisi yang menyebabkan terlihatnya pembuluh vena di permukaan kulit memang sangat umum. Hampir 30% orang dewasa memiliki masalah ini. Terutama, orang lanjut usia, wanita, orang yang kelebihan berat badan, dan orang yang aktivitasnya menghabiskan waktu lama untuk berdiri.
Tanda-tanda & gejala
Tanda dan gejala varises yang umumnya dialami, antara lain:
• Pembuluh vena dapat terlihat di permukaan kulit menyerupai serabut atau garis-garis berwarna biru keunguan
• Nyeri kaki atau kaki terasa berat, khususnya setelah berdiri atau duduk dalam waktu yang lama
• Vena terlihat menonjol dan membengkak sepanjang paha, mata kaki, atau lutut
• Kulit terasa gatal, terutama di area tungkai bawah dan pergelangan kaki
• Terjadi perubahan warna kulit, kulit jadi lebih tipis, dan terbentuk luka atau infeksi jaringan lunak di dekat mata kaki
• Kaki atau area yang terjadi pembengkakan vena terasa berdenyut atau kram
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas, lebih baik konsultasi dengan dokter ya!
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Bagi banyak orang, varises lebih menjadi masalah estetika, yaitu mengurangi penampilan. Namun, bagi sebagian orang lainnya, kondisi ini dapat menyebabkan gejala dan masalah yang serius. Jika Anda cemas mengenai kondisi kesehatan Anda atau pengobatan di rumah tidak efektif, Anda harus pergi ke dokter atau rumah sakit untuk diperiksa.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Apa penyebab varises?
Varises disebabkan karena katup vena melemah dan tidak mampu menahan akumulasi darah. Penyakit ini tidak menular ataupun diturunkan namun varises biasanya terjadi dalam satu keluarga.
Awalnya, vena yang bertugas membawa darah dari jaringan tubuh ke jantung. Pembuluh darah ini memiliki katup satu arah yang membantu menjaga darah mengalir ke jantung Anda.
Jika katup lemah atau rusak, darah dapat kembali dan menyatu di pembuluh darah Anda. Ini menyebabkan pembuluh darah vena membengkak, menonjol, dan terlihat di permukaan kulit.
Faktor-faktor risiko
Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena masalah pada pembuluh vena ini, meliputi:
• Riwayat keluarga
Memiliki anggota keluarga dengan masalah ini dapat meningkatkan risiko Anda memiliki kondisi yang serupa. Hampir setengah dari orang dengan kondisi ini ternyata memiliki anggota keluarga dengan masalah yang sama.
• Usia
Risiko masalah pada pembuluh vena ini dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Semakin tua, pembuluh darah dan katupnya akan melemah dan fungsinya menjadi kian memburuk sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di vena.
• Jenis kelamin
Wanita cenderung mengalami masalah pada pembuluh vena lebih sering daripada pria. Perubahan hormon yang terjadi selama pubertas, kehamilan, dan menopause (atau dengan penggunaan pil KB) dapat meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengalami kondisi ini.
• Kehamilan
Selama kehamilan, pertumbuhan janin memberi tekanan pada pembuluh darah di kaki ibu. Itulah sebabnya, masalah pada pembuluh vena sering terjadi pada ibu hamil. Untungnya, kondisi ini dapat membaik dalam waktu 3 hingga 12 bulan setelah melahirkan.
• Kegemukan atau obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah Anda. Ini dapat menyebabkan pembuluh darah vena membengkak dan menimbulkan masalah.
• Tidak bergerak aktif
Berdiri atau duduk dalam waktu lama, terutama dengan kaki ditekuk atau disilangkan dapat meningkatkan risiko masalah pada pembuluh vena. Ini karena tetap dalam satu posisi untuk waktu yang lama dapat memaksa pembuluh darah Anda untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke jantung Anda.
• Pernah memiliki trauma di kaki
Mengalami pembekuan darah sebelumnya atau kerusakan traumatis pada katup di pembuluh darah dapat melemahkan kemampuan pembuluh untuk memindahkan darah kembali ke jantung. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah di pembuluh vena.
Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat menderita varises. Faktor-faktor yang telah disebutkan hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Obat & Pengobatan
Kadang-kadang varises menyebabkan rasa sakit, pembekuan darah, luka pada kulit, atau masalah lainnya. Jika ini terjadi, dokter Anda dapat merekomendasikan satu atau lebih prosedur medis.
Beberapa orang memilih untuk memiliki prosedur ini untuk memperbaiki penampilan pembuluh darahnya atau untuk menghilangkan rasa sakit.
Masalah pada pembuluh vena ini diobati dengan perubahan gaya hidup dan prosedur medis. Tujuan pengobatan adalah meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan memperbaiki penampilan. Beberapa cara untuk mengobati pembengkakan pada pembuluh vena, melingkupi:
• Stoking kompresi
Stoking ini memberikan tekanan yang stabil untuk membantu memindahkan darah kembali ke jantung Anda. Tekanan yang stabil juga mengurangi pembengkakan di kaki bagian bawah dan mengurangi risiko pembekuan darah. Namun, Anda masih memiliki pembuluh darah kaki yang terlihat.
Jika Anda membutuhkan stocking kompresi, dokter kulit dapat memeriksa Anda sehingga Anda mendapatkan ukuran yang tepat dan jumlah tekanan yang tepat.
• Skleroterapi
Ini adalah perawatan paling umum untuk pembengkakan pembuluh vena. Skleroterapi membuat dinding vena saling menempel sehingga darah tidak bisa mengalir lagi. Ini meningkatkan sirkulasi pada area yang bermasalah dan mengurangi pembengkakan.
• Perawatan laser
Pengobatan ini dilakukan dengan mengarahkan sinar laser pada vena yang membengkak. Sinar ini dapat mengecilkan pembuluh darah tanpa merusak kulit yang terkena. Setelah disinari, Anda harus memakai stoking kompresi dan melindungi area tersebut dari paparan sinar matahari selama 3 hingga 4 minggu. Tujuannya, supaya bintik hitam tidak terbentuk pada kulit yang terkena laser.
Apa saja komplikasi varises?
Varises yang menimbulkan gejala dan tidak diobati, dapat menyebabkan dermatitis. Pasalnya, masalah pada pembuluh vena ini menimbulkan rasa gatal sehingga Anda akan terus menggaruknya. Ini dapat menyebabkan perdarahan, luka, dan iritasi di kulit.
Selain itu, masalah pada pembuluh vena ini dapat menyebabkan superfisial tromboflebitis. Tromboflebitis adalah gumpalan darah di pembuluh darah yang menyebabkan rasa sakit dan masalah lain di daerah yang terkena.
Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk varises?
Dokter mendiagnosis dari pemeriksaan pada kaki dan gejala yang muncul. Jika diagnosis belum jelas, dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk melihat gambaran vena dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi varises?
Selain pengobatan dokter, merubah gaya hidup menjadi kunci agar varises lebih mudah diobati. Bukan hanya membantu pengobatan, perubahan gaya hidup menjadi lebih baik lagi dapat mencegah terbentuknya masalah di pembuluh vena dan mengurangi gejala yang tidak menyenangkan.
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi varises:
• Pakai stocking kompresi
Stocking ini membantu melancarkan peredaran darah di kaki, pergelangan tangan, dan bagian tubuh lainnya. Stocking kompresi terbuat dari kain fleksibel yang bisa meregang ketika dipakai.
Meski banyak dijual, Anda tetap harus konsultasi lebih dahulu pada dokter, baik untuk membantu memilih jenis yang paling baik maupun cara aman menggunakannya.
• Rutin olahraga
Jenis olahraga tertentu dapat meningkatkan sirkulasi darah di kaki. Dokter mungkin akan merekomendasikan jalan santai selama 3o menit, sebanyak 5 kali seminggu. Olahraga seperti lari, angkat beban, dan yoga sebaiknya dihindari karena memberi tekanan berlebih sehingga bisa memperparah pembengkakan vena yang ada di kaki atau tangan.
Hindari berdiri atau duduk dalam waktu yang cukup lama. Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah dalam pembuluh vena mengumpul di area tungkai sehingga memperburuk gejala. Untuk itu, sering-seringlah beristirahat dengan kaki diluruskan setelah berdiri dalam waktu yang lama atau gerak-gerakkan kaki supaya aliran darah lebih lancar.
• Jaga berat badan normal
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah yang ada di kaki. Ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya varises di kaki. Supaya berat badan Anda tetap terkontrol, Anda harus menjaga pola makan.
• Hindari pakaian ketat dan memakai sepatu tinggi
Mengenakan sesuatu yang menempel ketat di badan, seperti sabuk, celana ketat, sepatu atau kaus kaki sempit juga bisa mengganggu aliran darah di tubuh Anda. Lebih baik memakai baju yang sedikit longgar dan memilih sepatu dan kaus kaki yang sesuai ukuran.
Selain itu, batasi penggunaan sepatu dengan hak tinggi. Jenis sepatu ini memang membuat tubuh Anda terlihat tinggi, namun membebankan tumit Anda banyak beban sehingga aliran darah di kaki menjadi terbatas. Ini bisa memperburuk gejala dan memperluas area vena yang membengkak.
Bagaimanapun, penyakit ringan tak boleh disepelekan karena bisa memicu komplikasi yang lebih parah. Varises termasuk penyakit yang cukup mengganggu aktivitas. Apabila sudah terkena varises, maka penderita akan alami kelelahan terus menerus di kaki. Segeralah lakukan tindakan pengobatan saat muncul tanda-tanda awal varises. Kita juga harus mengikuti pola hidup yang sehat dan teratur, karena ini menjadi upaya pencegahan terkena penyakit varises.
Kelompok 1
- Angga Rizka M (02)
- Cytra Dwi M (08)
- Nabila Zivani N (25)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar