Minggu, 27 Oktober 2019

WHY ANEMIA SHOULD BE AWARE? ANAK CEWE HARUS BACA!


  
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fcdn2.tstatic.net%2Fjatim%2Ffoto%2Fbank%2Fimages%2Fanemia.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fjatim.tribunnews.com%2F2019%2F02%2F22%2Finfo-sehat-hari-ini-6-tanda-anemia-yang-sering-diabaikan-dan-cara-mengatasinya&docid=c5x4ARbOyjvWaM&tbnid=VlCForf0zw-qCM%3A&vet=10ahUKEwiz4d7or7zlAhVFeysKHcCsA4cQMwhQKAEwAQ..i&w=700&h=393&safe=strict&bih=489&biw=800&q=anemia&ved=0ahUKEwiz4d7or7zlAhVFeysKHcCsA4cQMwhQKAEwAQ&iact=mrc&uact=8



Hi, Teens!
Sebagai anak remaja yang banyak melakukan aktivitas tentunya nutrisi dan jumlah energi yang dikeluarkan harus sebanding, bukan? Let me tell you, semakin berkembangnya teknologi dan lifestyle, mendorong para remaja untuk terus berada pada alur tersebut yang mana bisa berpengaruh juga kepada kesehatan tubuhnya. Kenapa bisa? Dengan  situasi hati yang masih labil, tidak sedikit lho anak remaja yang melakukan diet, tujuannya ingin mendapatkan postur tubuh yang mereka inginkan, padahal itu bisa menjadi salah faktor pemicu terjadinya anemia. Dengan melakukan diet secara tidak proposional akan mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi, padahal pada saat rentang usia remaja (10-19 tahun) adalah masa pertumbuhan yang mana membutuhkan banyak nutrisi seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, vitamin A, dll.
Poin utamanya adalah remaja putri, biasanya sebagian besar remaja putri banyak melakukan diet karena ingin mengikuti idolanya atau karena mereka merasa tidak percaya diri dengan postur tubuh yang mereka miliki. Selain itu juga, remaja putri mengalami menstruasi yang mana akan ada zat dalam tubuh yang keluar ketika menstruasi yang berlangsung kurang lebih selama 10 hari. Hal ini lah yang menyebabkan kenapa remaja putri lebih dominan mengidap anemia.berdasarkan riset Kemenkes RI bahwa hampir 23% remaja putri di Indonesia mengalami anemia. Dengan jumlah remaja putri kurang lebih 21 juta, terdapat setidaknya 4,8 juta yang mengidap kekurangan sel darah merah (anemia).



SO, WHAT ANEMIA IS?
Berdasarkan kasus di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa anemia adalah kondisi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan hemoglobin (Hb) yang sehat berada di bawah rata-rata normal (kurang darah). Nilai normal Hb pada anak remaja putri 12-15 g/dl dan untuk remaja laki-laki yaitu 13-17g/dl. Nah, kira-kira apa itu hemoglobin? Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen dan juga yang memberi warna merah pada darah, hemoglobin berada dalam sel darah merah. Nah, supaya kadar hemoglobin dalam tubuh tetap stabil, asupan makanan yang banyak mengandung zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mengapa zat besi selalu terpanggil saat kita berbicara tentang darah? Karena zat besi merupakan mineral yang mampu melakukan banyak hal dalam tubuh yaitu salah satunya menjaga tubuh agar tidak mengalami anemia. Sumber makanan yang mempunyai kandungan zat besi contohnya, hati, bayam, tiram, dll.

JENIS-JENIS ANEMIA

1. Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, termasuk pola makan rendah zat besi, kehamilan, perdarahan kronis seperti akibat luka di saluran cerna atau menstruasi, gangguan penyerapan zat besi, efek samping obat-obatan, hingga penyakit tertentu, seperti kanker, radang usus, dan miom.
Kondisi umumnya ditangani dengan konsumsi suplemen zat besi dan menjalani pola makan tinggi zat besi

2. Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Tubuh membutuhkan vitamin B12 dan folat (vitamin B9) untuk membuat sel darah merah baru. Kekurangan salah satu atau kedua vitamin tersebut bisa menyebabkan anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.
Jenis anemia yang satu ini dapat terjadi akibat pola makan rendah kandungan kedua vitamin tersebut. Selain itu, anemia kekurangan vitamin juga bisa terjadi karena tubuh sukar atau gagal mengabsobsi folat ataupun vitamin B12. Kondisi ini juga disebut anemia pernisiosa.
Penanganan anemia ini umumnya berupa perubahan pola makan, serta pemberian suplemen vitamin B12 dan asam folat untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan kedua asupan tersebut.

3. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik terjadi saat kerusakan sel darah merah terjadi lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya dengan sel darah sehat yang baru.
Penyebab anemia hemolitik cukup beragam, mulai dari penyakit keturunan, seperti thalasemia, penyakit autoimun, infeksi, efek samping obat, hingga gangguan pada katup jantung.
Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab terjadinya anemia hemolitik. Penanganan yang diberikan bisa berupa transfusi darah, operasi, dan pemberian obat-obatan kortikosteroid yang merupakan obat yang mengandung hormon steroid.

4. Anemia sel sabit                          

Anemia sel sabit terjadi akibat kelainan genetik yang membuat sel darah merah berbentuk seperti sabit. Sel- sel ini mati terlalu cepat sehingga tubuh tidak pernah memiliki sel darah merah yang cukup.
Selain itu, bentuk sel darah abnormal ini juga membuatnya lebih kaku dan lengket sehingga bisa menghalangi aliran darah. Pemberian obat dapat dilakukan untuk mencegah kondisi bertambah parah. Namun, satu-satunya cara mengatasi anemia jenis ini adalah dengan transplantasi sumsum tulang.
Macam-macam anemia ini ada banyak, dan penyebabnya bisa sangat beragam pula. Beberapa jenis anemia ini ada yang dapat dicegah, namun ada pula yang tidak dapat dicegah (anemia yang diturunkan dari orang tua ke anak).
Jika merasakan gejala-gejala anemia, apalagi bila terdapat faktor yang membuat Anda berisiko menderita anemia, sebaiknya periksakanlah diri ke dokter untuk memastikannya. Dokter juga akan mengidentifikasi jenis anemia yang Anda derita beserta penyebabnya, dan memberikan penanganan yang tepat.

Nah girls, anemia yang sering terjadi pada anak remaja adalah anemia jenis Defisiensi besi/ ADB.
PENYEBAB LAIN DARI ANEMIA :
·       Memiliki masalah kesehatan dengan sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang merupakan jaringan lunak yang berada di bagian tengah tulang yang membantu pembentukkan semua sel darah. Sel darah merah yang sehat akan bertahan sekitar 120 hari. Setelah itu, akan terjadi destruksi eritrosit untuk menggati sel-sel darah merah tua dengan yang baru. Pada tubuh manusia terdapat hormon yang disebut erythropoietin (EPO) yang diproduksi di ginjal, berfungsi untuk mengirimkan sinyal kepada sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah bagi tubuh. Jika sumsum tulang lambat memproduksi sel darah merah, maka seseorang  akan  mengidap anemia, karena kadar eritrosit berkurang dan oksigen tidak dapat tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh yang nantinya akan berdampak kepada yang lainnya. Hal-hal yang bisa memicu sumsum tulang mengalami perlambatan dalam pembentukan sel darah merah adalah karena kemoterapi, mengkonsumsi obat-obatan, dll.
·       Kehamilan (kekurangan zat besi, asam folat)
Anemia pada ibu hamil umumnya terjadi karena asupan gizi yang kurang,  hal ini terjadi karena ketika hamil volume darah akan bertambah hingga 50% yang nantinya itu akan digunakan untuk mencukupi keperluan sang ibu hamil dan janin yang sedang dikandung. Selain itu juga, anemia yang dialami oleh ibu hamil terjadi karena perubahan hormon tubuh yang mengubah proses produksi sel-sel darah. Beberapa kondisi kesehatan seperti pendarahan, penyakit ginjal, dan gangguan sistem imun tubuh juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah.
Anemia yang terjadi pada ibu hamil merupakan masalah yang serius, karena apabila jumlah sel darah merah dalam tubuh ibu hamil terlalu sedikit, sang ibu dan janin dapat kekurangan gizi dan oksigen yang akan membahayakan kesehatan mereka.
Anemia parah pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko bayi lambat/gagal berkembang dalam kandungan, lahir prematur, memiliki berat badan rendah saat lahir hingga skor APGAR yang rendah.Skor APGAR adalah metode yang dibuat khusus untuk mengetahui kondisi bayi saat baru lahir, nilai normal dari skor APGAR adalah 7 karena rentang nilai skor APGAR adalah 0-10. Selain itu, anemia parah pada ibu hamil juga bisa menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak dan jantung, dan bahkan kematian.
Kondisi anemia yang terus berlanjut tanpa pengobatan, memperbesar risiko ibu kehilangan banyak darah selama melahirkan. Ini dapat berakibat serius pada keselamatan sang ibu. Kemungkinan besar ibu akan memerlukan tranfusi darah selama persalinan atau mengalami depresi pasca persalinan.

·        Kehilangan banyak darah saat menstruasi
Menstruasi yang lama dapat menyebabkan kadar zat besi dalam tubuh menjadi rendah, harus selalu diingat bahwa kekurangan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan pasokan sel darah merah (eritrosit) ikut turun. Apabila jumlah darah yang hilang lebih banyak dari kemampuan tubuh memproduksi sel darah merah, maka kita akan terkena anemia.

·        Melakukan diet vegan

·        Ketidakcukupan asupan makanan kaya zat besi atau makanan sumber vitamin C

·        Melakukan diet yang membatasi asupan kalori

·        Sering melewatkan waktu makan

·        Suka melakukan olahraga yang berat
Pada tujuan dasarnya, melakukan olahraga adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan kekuatan fisik dan kebugaran tubuh, namun jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan tubuh kita sendiri. Ada dua mekanisme yang dapat menjelaskan bagaimana anemia setelah olahraga bisa terjadi. Salah satunya adalah kondisi anemia disebabkan oleh hemolysis atau proses pemecehan sel darah merah akibat tekanan mekanik. Terlepas dari itu, tingginya tingkat kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan saat  olah tubuh juga menjadi salah satu faktor. Nah kembali lagi dengan zat besi, nutrisi ini sangat dibutuhkan karena seseorang yang rutin berolah raga memiliki masa sel darah merah yang lebih besar maka dalam pembentukannya pun tentunya diperlukan lebih banyak zat besi, ditambah lagi apabila sedang dalam masa pertumbuhan.

DAMPAK ANEMIA PADA REMAJA
Dampak dari anemia bisa saja tidak langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari remaja itu sendiri. Apalagi pada perempuan, yang mana bisa ikut berpengaruh juga saat dia mengalami fase kehamilan kelak.

1.    Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan
2.    Kelelahan
3.    Meningkatkan potensi terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun
4.    Terganggunya fungsi kognitif
Fungsi kognitif adalah kemampuan untuk berpikir optimal. Tidak hanya dibutuhkan oleh individu yang berusia muda, tetapi sepanjang usia.
5.    Sakit kepala dan pusing
6.    Kulit terlihat pucat atau kekuningan
7.    Detak jantung tidak teratur
CARA PENCEGAHAN ANEMIA
Asupan makanan mengandung zat besi

Pastikan asupan zat besi terpenuhi dari makanan. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi dapat membantu mencegah anemia. Makanan ini misalnya, daging dan kerang. Teman-teman dapat memilih daging merah seperti hati sapi serta keluarga kerang-kerangan seperti kerang hijau atau udang. Selain daging dan kerang, sumber zat besi lain juga dapat diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran hijau.

Tingkatkan asupan vitamin C dan folat

Asupan makanan yang mengandung zat besi harus didukung dengan asupan vitamin C dan folat. Keduanya membantu tubuh untuk memaksimalkan penyerapan zat besi. Vitamin C bisa diperoleh dari bahan pangan, seperti paprika, brokoli, jeruk, stroberi, nanas dan bayam. Sedangkan folat bisa diperoleh dari bahan pangan yang sama termasuk jeruk dan sayuran hijau. Folat juga dapat ditemukan pada pisang dan sereal.

Konsumsi makanan mengandung vitamin B12

Langkah pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12. Tidak hanya mencegah anemia, vitamin B12 juga berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan zat besi seperti halnya vitamin C dan folat.




Teman-teman dapat mengonsumsi beberapa sumber pangan yang mengandung vitamin B12 antara lain, ikan seperti salmon dan tuna, kerang-kerangan, telur, produk susu seperti keju dan yogurt, dan produk kedelai misalnya susu kedelai, edamame dan tahu.
Ayo mulai sekarang, terapkan pola hidup sehat dengan makan makanan yang sehat secara teratur dan berolahraga secara tidak berlebihan, cukupi nutrisi di dalam tubuh kalian karena pada saat remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang mana sangat membutuhkan banyak nutrisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar